Desain Pembelajaran

Nihil

adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Model-model desain rencana pembelajaran adalah model PPSI, model Banathy, model Kemp, model Gerlach & Elly, model Dick & Carrey, model ASSURE, model ADDIE, dan model Hanafin and Peck.

Dalam model PPSI pengajaran dipandang sebagai suatu sistem. Sub-sistem dari pengajaran, diantaranya tujuan pembelajaran, bahan pelajaran, kegiatan pembelajaran, alat-alat dan sumber pembelajaran dan evaluasi.  Model kemp berorientasi pada perancangan pembelajaran yang menyeluruh. Sehingga guru sekolah dasar dan sekolah menengah, dosen perguruan tinggi, pelatih di bidang industry, serta ahli media yang akan bekerja sebagai perancang pembelajaran. Model Banathy bertitik tolak dari pendekatan system (system approach), yang mencakup keenam komponen (langkah) yang saling berinterelasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Model Gerlach & Elly menjadi suatu garis pedoman atau suatu peta perjalanan pembelajaran karena model ini memperlihatkan keseluruhan proses belajar mengajar yang baik, sekalipun tidak menggambarkan secara rinci setiap komponennya.

Model Dick & Carrey diciptakan selain cocok untuk pembelajaran formal di sekolah, juga untuk sistem pembelajaran yang melibatkan komputer dalam proses pembelajaran. Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Model ADDIE menggunakan 5 tahap pengembangan yakni Analysis (analisa), Design (disain /perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi/eksekusi), Evaluation (evaluasi/ umpan balik).


--

diwakili abjad !

percuma berbusa di mulut

percuma berkutat di sudut

subyektif berkuasa atasmu

andai kau mendengar dgn menutup mata

berbeda pastinya..

“learn, work n pray”

sesuatu yg pernah ku dapat dan ingin kubagi

tentunya denganmu,

namun .. seperti tanpa kesempatan kau beri stempel buruk di jidat ku

meski kau jg jd “tersangkanya”

hmmm..

bibir pedas terlontar lugas

aku pun lelah dng itu..

diam

diam

diam

dan diam..

akan menjadi aksiku

tapi..

setelahnya mungkin akan diwakilkan jajaran abjad berwujud karya

aku siap berperang!!!

--

Jejak Pengembara #6

:: burung pelatuk

aku terkenang burung pelatuk yang tak pusing-pusing, paruh di ujung
kepalanya dibentur-benturkan pada kayu untuk dijadikannya sarang,
bagi diri dan anak-anaknya

maka seumpama aku adalah dia dan kamu adalah mereka, pelajaran
apa yang kita terima?

aku ingat burung pelatuk yang memanjat ke atas dan turun ke bawah
mencari serangga di sekitar sarang, bagi diri dan anak-anaknya

maka tak ada niscaya, hidup adalah sekitar kita.
pelajaran apalagi yang bisa kita terima?

aku ingat burung pelatuk yang bulu punggung dan kepalanya berlainan
warna, bagi diri dan anak yang baru ditetaskannya

pelajaran apalagi yang akan kita terima?

aku ingat burung pelatuk yang mengajari anaknya terbang dan
pada burung pelatuk yang belum kutahu tentang kapan kematiannya

mungkin kau lebih tahu pelajaran apa yang sudah kita terima,
meski tak cukup tertuang pada semua kata.

wk, 20102011

--

Melongok Hasil Perundingan TKI yang Pernah Dicapai Indonesia dengan Arab Saudi

Nihil Kurang lebih tiga minggu sebelum terjadinya peristiwa tragis berupa hukuman pancung pada Tenaga Kerja Indonesia Ruyati Binti Satubi (54) di Arab Saudi, sebuah kesepakatan bersejarah telah dicapai oleh Indonesia dan Arab Saudi mengenai penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Melalui penyelenggaraan Senior Offcial Meeting (SOM/pertemuan antar pejabat tinggi pemerintah) kedua negara di Jeddah, Arab Saudi pada 28 Mei 2011 yang membahas permasalahan TKI di Arab Saudi, akhirnya ditandatangani persetujuan bersama berupa

Langkah Melangkah

Remang membayang dua kembang mengelupas melayang meliuk terserak terperangkap bingkai terpajang diam. Rintik hujan dikemarau panjang datang, tetes membasah daun talas memisah jatuh ke tanah, menghilang. Kulumat penggalan jiwa datang menantang tak jua menang, mendorong rombong dikesunyian rembang mengharap rizkiMu datang.

Ku menatap roda gerobak menghindar lobang, ku terus mendorong gerobak kehidupan, denting-denting penantian rizki datang. Raung roda gila menggilas jalan tak tentu arah, gejolak uap panas menghias malam. Kuberdiri dibawah Mahagoni rindang, melayang daun kering menggoyang kesunjian dirembang petang.

Denting menyeruak malam ujung jalan terang ku melangkah mengharap rizkiMu datang, kesunyian malam menghadang, ku diam tengadah tangan menanti kharomahMu datang.

.

Note:

Inspirsi dari Langkah kaki teman seperjuangan rombong bakso keliling datang menyambang di rembang petang, dia tetap mengayun berjuang.

Tags: singgihswasono, langkahmelangkah --

kartu Flazz Alfa tidak bisa dipakai di Indomaret

kemarin sore saya gak sengaja ke indomaret awalnya sih niat pingin isi kartu jackard karena tokennya sudah habis dari minggu lalu sebenernya sih di kartu jackard punya saya itu masih ada, tapi tingga Rp. 7000. Pas mau isi di shelter busway kampung melayu katanya lagi gak bisa dan disuruh coba aja di indomaret paling-paling lebih mahal Rp. 2000 atau Rp. 3000.

Yah sudah dong yah saya sekalian aja ke indomaret yang berada di depan halte busway sekalian cari minuman yang seger-seger karena siang tadi panas banget sampai sore menjelangpun cuaca kemarin rasanya panas  seperti mau hujan tapi gak jadi. Kebetulan sore itu pas dikulkas indomaret liat pocarisweat dan saya jadi keinget iklan pocarisweet yang lagunya jepang-jepang itu sangat melekat di telinga jadi gak tahu kenapa saya jadi mengambil  pocarisweet ketimbang pilihan lain seperti nugreen tea dan fruit tea yang sering saya pilih

Saat mau bayar dan antri dikasir kayaknya uang kembaliannya agak repot liat ibu-ibu belanja pas bayarnya karena si mba-mba indomaret bilang ada dua ribuan gak? Kebetulan juga saya baru ingat kalau di dompet itu saya punya kartu Flazz yang udah lama tidak pernah digunakan. bikinnya sih seinget saya waktu itu tahun lalu 2010 saat sering mampir ke alfa express punya cabang di dekat rumah saya didaerah tebet barat. Saat ditawarkan kartu member Alfa flazz saya tertarik karena selain bisa mendapatkan harga khusus di alfamart alfamidi kartu ini juga bisa digunakan diseluruh merchent BCA Flazz.

sisa terakhir token flash masih sekitar 100 ribu lebih seinget saya karena terakhir pakai ini kartu di century saat saya memebeli minyak angin fresh care.  Saya  juga sudah pernah menggunakan kartu flash alfa yang berwarna merah  ini  di Starbucks, circle K, guardian, Yoshinoya dan di soursally. Bahkan saya pernah gara-gara menggunakan kartu tersebut di starbucks di hari rabu saya mendapatkan top up beli yang medium dapat yang ukuran large dan dapat 1 lagi yang ukuran venti gara-gara isi survey polling di website starbucksnya.

Namun saat saya mau membayar itu di kasir Indomaret. si mba mba kasir bilang katanya itu kartunya yang alfa yah? itu gak bisa digunakan disini. disini gak bisa..!! loh kenapa mba? kan ini kartu flazz sama sama dari bca dimana mana saya sering gunaiin ini di tempat-tempat yang ada tanda merchent flazz. Ia bisanya yang BCA doang mas..lohhh bukan ini juga yang ngeluarinnya BCA ya?? masa sih gak bisa? (padahal belum di coba sama itu mba-mba kenapa ya dibilang gak bisa?)  ohh apa jangan-jangan karena ini kartu pesaingnya yah si alfa jadi gak boleh digunaiin di Indomaret

Jadi intinya itu sebenernya memang gak bisa digunakan atau memang sengaja tidak boleh digunakan di Indomaret ya? kalau alasan gak bisa digunakan atau tidak boleh digunakan karena alasan  persaingan kedua perusahaan yang lagi berlomba-lomba membuka cabang secara berdekat-dekatan? jika ia kok sampai segitunya sih…?

SESUATUUUU banget yaaaaaa….


--

Karena Musik Bukanlah Kepercayaan

Nihil

“Jangan-jangan kau menolak cintaku, jangan-jangan kau acuhkan diriku, putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang ‘I love you’, pada ku..”

Anda orang Indonesia? Pasti sudah sangat familiar dengan petikan lirik lagu lagu diatas. Lagu yang berjudul Cari Pacar Lagi, besutan group band melayu, ST12 yang digawangi Charlie sebagai vokal, pepep drumer, dan pepeng gitaris. Hari ini saya menonton chanel televisi yang menayangkan program infotaiment. Ya, tau sendiri lah, televisi Indonesia kan di banjiri oleh tayangan infotaiment, jadi bohong rasanya kalau anda tidak pernah melihat program televisi yang satu ini.

Dalam tayangan tersebut saya melihat video unggahan Charlie. Dia menyanyikan sebuah lagu, yang isinya menceritakan, bagaimana musiknya dahulu (sebelum dia terkenal) dihina, dibilang kampungan, dicap merusak selera bermusik Indonesia. Wah, jika sudah begini, dipikir-pikir terkadang saya sulit membedakan musik dengan sebuah kepercayaan.

Loh! Memang benar seperti itu dalam kenyataannya, coba anda lihat contoh konkritnya. Pewe Gaskin, band rock modern itu ketika manggung selalu saja diganggu oleh sekelompok orang yang menyatakan diri mereka sebagai “Haters” (istilah untuk pembenci group band Pewe Gaskin). Atau tengok saja, bagaimana fans Iwan Fals dan Slankers acap kali terlibat bentrok, saat acara musik sedang berlangsung. Kemudian, Vokalis Killing Me Inside, yang selalu dicemooh sebagai banci, sampai saya pernah melihat sang vokalis membuat status di akun Facebooknya; “Apakah harus besar-besaran alat kelamin agar disebut sebagai seorang laki-laki”.

Orang-orang yang menyatakan diri mereka sebagai fans idola mereka, terkadang lupa, lupa bahwa musik itu bukan agama, bukan kepercayaan yang harus diyakini dan dibela secara kekeuh dalam garis keras. Bahkan pada dasarnya, sebuah kepercayaan pun melarang penganutnya berbuat anarki. Lalu untuk apa membenci begitu berlebihan terhadap sebuah gendre musik atau sebuah group band. Bahkan saya berani bertaruh, mereka yang membenci group musik tertentu tanpa disadari atau tidak, pernah melantunkan lagu-lagu band-band yang mereka benci tersebut menggunakan hati.

Musik itu bukan agama, musik itu diciptakan untuk dinikmati. Yang sering disayangkan adalah, kenapa harus marah-marah sampai lempar botol segala? Bukankah anda sama saja dengan teroris kampungan yang kerap buang bom-bam-bom disana-sini. Sekali lagi, musik itu bukan kepercayaan, jadi ketika anda mendengar sebuah musik atau group band memainnkan aliran musiknya, santai saja, hargai mereka dengan indahnya toleransi, walau nanti, saat ketoko kaset anda tak membeli albumnya.

Banjarmasin, 20 Oktober 2011

Catatan seorang muda


--

Apa Saja Elemen Penting Platform E-Commerce?

Nihil

Selama beberapa bulan belakangan, perusahaan e-commerce semakin menjamur di Indonesia, baik yang asli Indonesia maupun yang disokong investasi asing. Penjual semakin banyak pilihan dalam menentukan platform apa saja yang ingin digunakan, sementara pembeli juga disuguhi beragam pilihan tujuan belanja. Bila ditelaah, apa saja elemen penting untuk menilai sebuah platform e-commerce?

1. Traffic

Berapa traffic situs tersebut per bulan?

2. Jumlah Penjual

Berapa banyak penjual yang tergabung dalam toko tersebut?

3. Metode Pembayaran (Payment Methods)

Apa saja metode pembayaran yang ditawarkan dan sudah terintegrasi dalam situs tersebut?

4. Perlindungan Pembeli (Buyer Protection)

Saat ini perlindungan pelanggan dalam transaksi online belum terdefinisikan dengan baik, apakah situs e-commerce bersangkutan memberikan program proteksi khusus bagi pembelinya?

5. Edukasi

Kebanyakan masyarakat pengguna Internet di Indonesia belum begitu mengerti bagaimana bertransaksi online secara baik, apakah situs e-commerce bersangkutan turut melakukan program edukasi pembeli? Kebanyakan wirausahawan online Indonesia masih menggunakan situs non e-commerce untuk berjualan, situs seperti apa yang sebaiknya digunakan?

Multiply sudah hadir di Indonesia sejak dirilis tahun 2004. Dikenal terlebih dahulu sebagai situs jaringan sosial dimana penggunanya saling berbagi dan membangun komunitas melalui blog, foto, video dan lain-lain. Ketika penggunanya pun semakin beragam dengan masuknya mereka yang menggunakan Multiply sebagai tempat berdagang, Multiply pun secara perlahan mulai menggarap pasar pengguna tersebut sebelum akhirnya Multiply resmi menjadi perusahaan yang berfokus pada e-commerce pada akhir tahun 2010. Di Indonesia sendiri, Multiply membuka kantor cabangnya pada 15 Desember 2010 dan melansir platform pendukung kegiatan e-commerce yang diberi nama Multiply Commerce. Ketika Multiply Commerce dirilis pada Mei 2011, jagad Multiply.com sudah memiliki 2 juta akun terdaftar, 7 juta pengunjung unik tiap bulannya dan 35.000 penjual (per September 2011, jumlah tersebut sudah naik menjadi 45.000). Para seller di Multiply sangatlah beragam, dari ibu-ibu yang mendirikan usaha dari rumah sambil ngemong anak, pengrajin kertas lipat yang produknya sudah diekspor ke benua lain, hingga brand telekomunikasi besar di Indonesia. Per 19 Oktober 2011, ranking Multiply di Alexa adalah 22. Menurut assessment dari Effective Measure, Multiply.com menduduki posisi ke-17 dari 100 situs paling top di Indonesia.

Fitur yang juga sudah ada dalam Multiply Commerce antara lain: Marketplace (tempat dimana semua listing produk oleh penjual dipertunjukkan), Stock Room (tempat dimana penjual dapat mengunggah listing produk dan memonitor semua transaksi dan kunjungan), Shopping Cart (mempermudah pembeli untuk belanja beragam barang dari beragam toko, lalu membayar sekaligus), Payment Gateway (Multiply sudah dilengkapi metode pembayaran oleh BCA (KlikBCA, ATM, Setor Tunai), Mandiri (ATM) dan PayPal). Ditambah lagi, Multiply menawarkan program Buyer Protection yang melindungi semua pembelian yang dilakukan pada penjual yang memiliki status Trusted Seller. Artinya, bilamana penjual tidak mengantarkan pesanan seperti seharusnya, Multiply akan me-refund uang sang pembeli.

Dalam beberapa kesempatan, Multiply juga secara aktif berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat mengenai bagaimana belanja online yang tepat dan mendirikan usaha online yang baik.  Multiply juga berharap untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan berbagai regulasi yang berkaitan dengan e-commerce.

Berikut adalah nformasi lebih lanjut mengenai:

Mendirikan Usaha di Multiply

Berbelanja di Multiply


Tags: wirausaha online, multiply indonesia --

Hiruk Pikuk Koalisi dalam Pemerintahan SBY terkait Pemilu 2014

Nihil

Partai mana yang ikhlas dan menginginkan Partai Demokrat menang pada Pemilu 2014?, jika ada maka Partai tersebut berisi kumpulan orang sinting, sendeng, miring, goblog, tolol, dungu, dan kawan-kawan. Untuk memenangi Pemilu 2014, semua jurus sudah pasti akan di keluarkan, dari mulai pencitraan Partai dengan jargon-jargon pembela kebenaran, pembela rakyat miskin, sampai janji pembagian pembalut wanita jika itu memungkinkan dapat meraih suara, kenapa tidak.

Jurus lainnya adalah dengan meng-klaim para calon sebagai titisan Pangeran Jayabaya, Prabu Siliwangi, Ronggo Lawe, sampai titisan nyai blorong dan wewe gombel, yang penting rakyat mau nyontreng dirinya. Nah, jurus yang paling populer dikalangan politikus Indonesia dan paling disuka dikala blunder melanda adalah pembunuhan karakter.

Bagi partai oposisi, ranah untuk memojokkan pemerintah yang berkuasa saat ini cukup luas ruang tembaknya. Namanya juga oposisi, seperti pepatah mengatakan

Kak Seto, Tokoh Pembela Anak yang Terlahir dari Jalanan

Nihil

Oleh : Moch. Aly Taufiq

Tokoh yang kerap kali muncul di media membela hak anak-anak ini lebih akrab dipanggil Kak Seto. Ia lahir bukan dari keluarga ningrat yang serba kecukupan. Bukan pula dari keluarga terkenal yang bisa mendongkrak popularitas layaknya tokoh-tokoh lain. Kak Seto mampu mebuktikan kepada publik, bahwa ia menjadi tokoh lantaran Keihlasan dan konsistensinya dalam memilih jalan hidup. Penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri pernah diraihnya. Hingga saat ini, tak seorangpun meragukan kegigihan perjuangannya dalam membela hak anak-anak.

Saat ditemui di kediamannya, Kak Seto terlihat sibuk menjawab pertanyaan dari sejumlah wartawan. Maklum, saat itu komplek perumahannya sedang dilanda banjir, sebagai ketua RW, ia harus bertanggung jawab memberikan informasi tentang kedatangan musibah tersebut. Meskipun demikian, guratan kelelahan sama sekali tidak tampak di wajahnya, ia selalu menebarkan senyum. Puluhan wartwan ia layani dengan sepenuh hati. Orang dewasa saja merasa senang dengan gaya Kak Seto yang bersahabat, apalagi anak-anak.

Figur, gaya, keihlasan dan karakternya memang sangat cocok dengan dunia anak-anak. Apa yang dimiliki Kak Seto semua mendukung citranya bergelut di dunia anak-anak. Belum nampak sosok yang lain seperti Kak Seto yang peduli dengan dunia anak-anak. Kalaupun ada, mungkin hanya sosok dermawannya yang menonjol, tetapi belum tentu figurnya mendukung untuk mencintai anak-anak. Kalau Kak Seto, semua yang ada pada dirinya memang betul-betul medukung.

Kisah Perjalanan Hidup Kak Seto

Menyimak jalan hidup Kak Seto memang penuh aral melintang. Masa kecilnya memang dilalui dengan keceriaan, bernaungkan kasih sayang dari kedua orang tua yang teramat perhatian. Sang ibu, Mariati, begitu sabar mencurahkan cahaya kasih, benih nilai-nilai moral yang ditanamkan oleh bunya kelak menjalar menghiasi tingkah laku Figur kelahiran Klaten 28 Agustus 1951 ini.

Namun keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Keluarga Kak Seto ditempa tantangan hidup yang maha berat, terutama saat ia harus mempertahankan pendidikan setelah ayahnya, Mulyadi Effendi, meninggal.

Saat itu, Kak Seto berusia 15 tahun, nasibnya memang benar-benar bak di bawah kolong jembatan. Kepergian ayahnya yang begitu cepat membuat roda ekonomi keluarganya berubah seratus delapan puluh derajat. Dari kecukupan menjadi serba kekurangan.

Musibah boleh saja datang, namun, putus asa tidak boleh mendera terlalu lama. Kak Seto merantau ke Surabaya, di asuh oleh bibinya, Martiningrum. Syahdan, berkat bantuan seorang pastur, ia berhasil masuk di sekolah orang gedongan, SMA St. Louis. Ia sangat bersyukur bisa diterima, kendati ia merasa sedih.

Bagi Kak Seto, pertolongan bibi dan menjadi siswa SMA St. Louis bukanlah pil mujarab yang bisa mengubah nasibnya. Namun, Kak Seto sadar dua hal ini bisa menjadi titik awal perjuangaanya merubah nasib. Surabaya menjadi lapangan untuk menempa ilmu dan pengalaman, serta tempat untuk mengawali perjuangan.

Pertama masuk SMA, Kak seto dan saudara Kembarnya, Kresno, menggunakan celana pendek, seragam mereka sewaktu di SMP,

Telepon Cinta

Nihil

Kalau sedang jatuh cinta, woooaahh! Dunia serasa milik berdua deh! Orang lain ngekos aja ya… Setiap hari yang namanya handphone nggak pernah berhenti bunyi! Sms terus mengalir, padahal isinya hanya pertanyaan: “Lagi apa?” atau “Sudah mamam belum?” (jiiaaahh.. mamam! hahahaha…) Tengah malam teleponan (pakai promo gratis tentunya) dan kalau promonya selesai, ganti nomor perdana baru yang sama operatornya supaya gratis lagi hehehehe.. Siapa bilang nggak modal? Modal kok! Beli nomor perdana kan pakai modal uang. Beli 2 pula, satu buat sendiri satu lagi buat yayang! hayyyaahh…. Setiap telepon selalu topiknya serupa tapi tak sama.

Tapi kalau sudah merasa bosan dengan topik yang itu-itu juga, dan juga kalau bosan sayang juga pulsanya, berikut ini bisa dicontoh:

A’anya si yayang (cowok) : “Aku sayang banget sama kamu, yang…” pakai suara yang disetel agak mendayu-dayu plus ngebas sedikit.

Si yayang (cewek) : “Ah.. masa sih? A’a bohong ah!” dijawab dengan suara agak manja plus genit.

si a’a lagi : “Beneran deh! Percaya dong sama a’a…”

Dan jawab si yayang : “Yah.. kalau percaya sama a’a, ntar nyembah kaleng dong!”

Jrenggg!!! Langsung ganti operator!

Atau yang berikut:

Si a’a : “Yang, aku janji akan setia sama kamu seorang..” dengan suara mantap.

Si yayang : “Janji ya a’aaaaa…” dengan suara yang dibuat semerdu mungkin!

Si a’a : “Janji! I swear! Demi yayang, a’a mah rela ngelakuin apa aja asal yayang bahagia…” makin heboh dengan suara yang bersemangat.

Si yayang : “Misalnya apa a’aaaa…?” agak genit sedikit.

Si a’a : “A’a akan mengambilkan bulan untuk yayang!”

Si yayang : “Sungguh???”

Si a’a : “Iya! Sungguh!”

Si yayang : “Aduh a’aaaa…. hujan berkelir deh kalau a’a bisa ambil bulan!”

Dweeenggg!!! Ganti operator lagi…


--

Tragedi Angkutan Umum

Nihil

Sore ini, saya pulang agak telat karena baru saja membeli kado ulangtahun untuk teman. Dari grage mencari angkutan umum D2. Awalnya, sepanjang jalan masih baik-baik saja hingga akhirnya saya melewati jalan pemuda dan menyusuri jalan setelah perumahan GSP.

Tiba-tiba, mobil angkutan umum yang saya tumpangi berhenti, sedangkan dari dalam tidak ada yang mengucapkan perintah, kiri kiri.. atau apapun itu. Tandanya, ada penumpang baru yang akan bergabung bersama sekitar 11 orang di dalam mobil.

Di sana ada dua orang laki-laki tinggi dengan kepala model rambut cepak. Uh, gagah dan gantengnya. Saya rasa mereka berdua adalah perwira yang tempat tinggal tidak jauh dari tempat mereka menunggu tumpangan. Bling bling gimana rasanya.. Sayangnya salah satu dari mereka membawa atau sedang menikmati tepatnya, sebuah gulungan kertas padat cokelat putih. Asapnya itu loh.. Ngepul gak santai. Kontan, seisi angkutan umum sibuk kipas-kipas daerah pernapasannya dan yang berada di dekat jendela langsung membuka jendela lebar-lebar.

Apa-apaan nih?

Saya perhatikan. Ganteng sih ganteng tapi bengaknya ampun deh. Mungkin karena merasa keren, si abang tengil jadi seenaknya. Saya yang duduk kebagian di pojok megap-megap bahkan nekat tutup hidung, tidak peduli perasaan si perokok karena ternyata si perokok pun tidak peduli terhadap orang sekitarnya.

Syukurlah.. Beberapa saat kemudian saya sampai di tempat tujuan. Kiri kiri.. dengan tegas dan riang saya utarakan.

Berhubung tempat duduk saya di pojok, alhasil untuk keluar saya harus melewati tumpukan orang-orang yang ada di dalam sana. Beruntung mereka yang saya lewati berbaik hati untuk mengenyampingkan kaki demi kelancaran saya keluar angkutan umum tersebut. Namun si abang-abang kacau tadi duduk dengan santainya tanpa geser geser sedikitpun. Mana kakinya yang jenjang memakan hampir setengah jalan keluar. Alaaaah pelit amat bang.

Mau negur ya gimana. Gini gini juga kan saya pelajar yang gak mau besok paginya masuk koran cuma gara-gara digebuk orang dalam angkot T.T

Si orang sepertinya benar-benar mengamalkan ilmu padi deh. Semakin berisi semakin merunduk. Jadi kalau masih cetek ya tegak, sombong. Rendahan.


--

Adakah Perbedaan antara Teori-teori Pembelajaran?

Nihil Dalam suatu satuan pendidikan, pada umumnya terdapat pembelajaran-pembelajaran yang berbeda antara tingkat satuan pendidikan yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan adanya pendapat para ahli yang berbeda-beda mengenai pembelajaran. Jadi, antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain berbeda-beda dalam menerapkan teori pembelajaran, yang mereka terapkan di sekolahnya yaitu teori pembelajaran yang dianggapnya sejalan dengan pemikiran mereka.

Teori pembelajaran itu sendiri yaitu pendekatan terhadap suatu bidang pengetahuan. Terdapat teori-teori dalam pembelajaran diantaranya yaitu: teori koneksionisme, teori kognitif, teori konstruktivisme, teori humanisme, teori behaviorisme.

Dari teori-teori pembelajaran tersebut dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara. Dimana teori koneksionisme memandang persoalan pembelajaran sebagai persoalan hubungan (koneksi) antara stimulus dan respon. Respon bisa mewujudkan item perilaku, sementara stimulus bisa berwujud sembarang input energi yang cenderung untuk mempengaruhi perilaku.para teoritisi koneksionisme pada umumnya berasumsi bahwa semua respon dihasilkan oleh stimulus.

Sedangkan pada teori kognitif memusatkan pembahasannya pada kognisi (persepsi, sikap,atau keyakinan) yang dimiliki oleh individu dalam menghadapi lingkungannya, dan pada bagaimana kognisi ini menentukan perilaku. Dalam interpretasi ini, pembelajaran adalah studi mengenai bagaimana kognisi dimodifikasi oleh pengalaman.

Dan pada teori konstruktivisme ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Berbeda dengan teori humanisme yaitu konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut.

Sedangkan pada teori behaviorisme adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan.


--

“Keberingasan Perempuan” Cerminan Ambiguitas Patriarki Tentang Seksualitas Perempuan

background:url(http://stat.ks.kidsklik.com/statics/alfamart_blogcompetition/images/gate_alfa02.jpg);background-repeat:no-repeat;width:275px;height:128px;padding: 8px 25px 17px 30px; overflow:hidden;

Winrar Terbaru

Full Version crack keygen serial number gratis. Winrar merupakan aplikasi atau software komputer yang berfungsi untuk mengompres file menjadi .rar atau juga bisa meng extract file- file hasil compress seperti .rar , .zip , .iso dan lain sebagainya. Atau pengertian lainnya dari Winrar 2012 ialah sebuah shareware pengarsipan dan kompresi oleh Eugene Roshal. Pocket RAR, sebuah versi untuk Pocket PC, tersedia secara freeware. Berikut review dari Winrar Versi Terbaru :

Forki Jatim Berharap Regulasi PON 2012 Mengikuti SEA Games

POTENSI MEDALI. Kareteka nasional asal Jatim, Umar Syarief digadang-gadang Forki Jatim tetap main dalam PON 2012. Karena itu, Forki Jatim meminta KONI untuk mengambil kebijakan regulasi PON RIAU tidak berubah dari regulasi SEA Games, Asian Games, atau pun Olimpiade.

PENGURUS Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jatim berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim berusaha maksimal melobi KONI Pusat, untuk tidak menerapkan regulasi pembatasan usia maksimal karateka dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau. Pasalnya regulasi tersebut bertentangan dengan regulasi yang diterapkan dalam SEA Games, Asian Games, atau pun Olimpiade. Batasan usia yang akan diterapkan PB Forki adalah 30 tahun untuk atlet nomor kumite (pertarungan bebas) dan 35 tahun pada nomor kata (kerapihan teknik).

Mencari Rakyat yang Merakyat Saja Susah, Apalagi Mencari Pemimpinnya

Nihil

Banyak orang, pihak atau perkumpulan terutama para wakil rakyat dalam pergerakannya, usahanya serta dalam melancarkan misinya untuk mencapai tujuan mereka tersebut yang mengklaim tindakan atau sikapnya tersebut demi rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat,  yang mengatasnamakan rakyat dan menjual nama rakyat.

Rakyat yang mana, dimana, jam berapa? Mana buktinya? Mana surat kontraknya dari rakyat yang Anda maksud? Mentang-mentang Anda sudah terlanjur dipilih saat Pemilu, maka dengan serta-merta Anda bisa dengan leluasa mengatasnamakan semua tindakan, usaha dan kepentingan Anda karena, demi dan untuk rakyat?

Sepertinya rakyat jadi komoditi yang paling mahal dan laris di negeri ini untuk dijual kemana-mana oleh orang-orang atau pihak-pihak yang mengatasnamakan rakyat. Entah rakyat siapa dan rakyat dimana. Padahal kalau ditelusuri dari sikap, perbuatan dan kelakuan mereka, malah mereka tidak bisa memposisikan diri sebagai rakyat, tidak terlihat merakyat dan hasilnya untuk rakyat pun tidak terlihat.

Mereka seakan-akan tidak paham atau pura-pura tidak mengerti apa yang diinginkan oleh rakyat yang mereka sering atasnamakan tersebut. Bahkan rakyat bisa jadi senjata pamungkasnya kalau sudah kepepet.

Maka oleh karena itu, kalau Anda belum bisa mencoba untuk bisa menjadi rakyat, belum bisa merasakan apa yang diinginkan rakyat dan belum bisa membuktikan hasil kerja Anda yang telah membawa manfaat untuk rakyat serta belum bisa mengangkat atau menjadi lokomotif dari rakyat.

Maka kedepannya, sebaiknya Anda dalam bertindak, bergerak dan berusaha, tidak usah membawa-bawa dulu nama rakyat. Bawa atau atasnamakan diri Anda sendiri saja dulu, nanti kalau sudah terbukti membawa manfaat untuk rakyat, barulah tidak apa-apa Anda mengatasnamakan rakyat!

Karena saya sebagai rakyat, kami ataupun Anda misalnya dalam posisi sebagai rakyat, pasti tidak bersedia atau tidak akan mengijinkan diri Anda diatasnamakan, diklaim atau nama Anda dijual-jual oleh orang-orang atau pihak-pihak, untuk sesuatu tujuan yang Anda sendiri belum mengetahuinya kejelasannya. Apalagi kalau tujuan atau misi dari orang atau pihak-pihak tersebut, tidak ada manfaat, hasil dan keuntungannya untuk Anda.

“Pasti Anda keberatan kan”? Begitu juga dengan kami sebagai rakyat!. Maka oleh karena itu, jadilah rakyat yang merakyat secara alami. Supaya ketika Anda nanti dipercaya oleh rakyat untuk menjadi pemimpin atau wakil rakyat, maka Anda akan cenderung selalu menjadi rakyat yang tetap merakyat!.

Dan pertanyaan untuk kita-kita sebagai rakyat, termasuk saya. “Apakah sikap, tindak-tanduk dan kelakuan sehari-hari kita sudah merakyat”?.

Terima kasih


--

Plesetan Pantun

Lihat diatas palka

Indahnya sungai Musi

Ayo maju KPK

Terus berantas korupsi

Ibu belikan celana

Dipakai ternyata pas

KPK dibuat merana

Para koruptor puas

Lani punya dolar

Disimpan dalam tas

Liga Indonesia digelar

Junjung tinggi sportivitas

Salam Fiksiana.

--

Antek Hatta Rajasa Juga Ada di SCTV

Nihil

Boleh jadi untuk memperkuat tim pemenangan Hatta Rajasa menuju pencalonan Presiden 2014-2019, sejumlah orang yang mumpuni memang harus direkrut sebesar-besarnya. Selain merekrut para aktivis eks kampus, jaringan Pro Demokrasi/Prodem yang dipimpin Sekjen Prodem Andrianto, mantan aktivis HMI Bursah Zarnudi, mantan aktivis ITB Syahganda Nainggolan, serta Abdul Rasyid yang suka mengaku kasir dan orang kepercayaan Hatta Rajasa, tim pemenangan Hatta for President juga menyertakan sejumlah wartawan “hebat”.

Sebutlah Kawiyan, Ahmad Setyono, Solihul Hadi, Wiguna, Eko Andrianto, dan termasuk produser berpengaruh di SCTV yaitu Mahmud. Mahmud adalah orang kepercayaan pemilik SCTV Fofo Suriaatmadja. Apakah Mahmud sendirian?

“Tenang aja Bang Rasyid, saya didukung orang-orang inti SCTV di redaksi, baik yang kritis, moderat, serta mereka yang dulu tidak peduli tapi sekarang udah mulai ingin mendukung Bang HR,” jelasnya kepada Abdul Rasyid dalam sebuah pertemuan rapat tim inti pemenangan Hatta for President di Jakarta. ###


--

Percakapan Sesama Setan Di Istana Negara. Setan pun Ingin Jadi Wamen

Pukul 20.05 tanggal 19 Oktober 2011, sesaat Presiden SBY memasuki Istana Negara menyampaikan latar belakang, alasan dan tujuan atau harapan reshuffle  yang ingin dicapai  dari Kabinet Indonesia Bersatu (menjadi)  jilid dua, tak terlihat banyak orang di langit-langit istana di ruangan tempat presiden memberikan ceramah dan pandangannya tersebut bergelantungan setan-setan dalam berbagai ukuran, bentuk dan raut wajah yang beraneka ragam gaya dan tingkahnya.

Ada barisan setan yang kerjanya senyum-senyum memandang seisi ruangan dan tamu dan para hadirin dari berbagai kalangan. Ada juga yang memandang hampa polos tanpa ekspresi seolah kelompok setan itu sudah tidak perduli lagi dengan apapun jalan acara “maha penting” di ruangan yang sangat nyaman itu.

Di sisi lain ada setan yang terlihat sedih dan pilu. Entah apa yang ada dibenak pikiran setan itu. Entah karena jagoan dan harapannya ternyata TIDAK disebutkan oleh presiden SBY ataukah karena ia kecewa karena pilihan SBY yang dinilainya TIDAK sesuai dengan harapannya.

Melihat kelompok setan yang sedih dan pilu itu, muncullah raja setan, sebut saja “Bos” menghampiri anggotanya yang sedang nelangsa atau nestapa itu. Raja Setan yang dipanggil “Bos”  menghampiri si Ifrid. Mereka terlibat pembicaraan serius berikut ini :

Bos :  ” Ada apa geng, kok kamu keliatan loyo seperti tidak makan seminggu?”

Ifrid : ” Gemana gak loyo, bos.. Sudah hampir sebulan ini saya mikir terus tentang reshuffle ini, kok sepertinya makin aneh-aneh saja yang ngisi Istana  kita ini sekarang, ya? Apa mereka gak tahu bahwa reshuffle bagaimana pun tidak akan mengubah situasi dan kondisi menjadi lebih baik dalam pemerintahan SBY?”

Bos : ” Kok tiba-tiba kamu udah mikir politik, emangnya kamu pengen jadi menteri juga?”

Ifrid : ” Bukan begitu bos… Masalahnya sia-sia saja. Persoalannya BUKAN pada menciptakan menteri ini dan itu, atau menukar menteri ini ke menteri itu. Juga bukan karena wakil menterinya berjibun segerobak begitu…!”  Ifrid menunjuk ke arah kelompok wakil menteri dan menteri yang hadir malam itu.

Bos : “Kamu tahu apa, kamu bisanya kan cuma menjalankan perintah saya. Godain seluruh manusia itu. Biarpun mereka telah disumpah dengan menyebut nama Tuhan, biarpun mereka telah bersumpah tidak akan memberi sesuatu apapun dan tidak akan menerima sesuatu apapun dari seseorang  selain untuk kepentingan negara dan bangsa, tugas mu adalah merayu mereka semua. Rayu mereka agar melawan sumpah itu. Rayu mereka agar menerima dan memberikan sesuatu untuk tercapainya tujuan pribadi mereka. Rayu mereka….!” Sang  bos mulai bersuara lantang sambil menunjuk batang hidung anak buahnya yang mulai terperangah melihat si bos naik darah dan tidak seperti biasanya.

Ifrid : “Maaf bos, bukannya saya gak mau jalankan tugas bos, bukannya saya membantah, bukannya saya gak setia lagi, saya sedih karena dengan semakin banyak mereka berkeliaran di Istana. Tempat kita jadi kurang nyaman nanti. Mau tidur gak bisa, mau ngaso gak bisa, mau karaoke apalagi…? Bos kan suka nyanyi dan karaoke kan? Nah, gemana bos bisa menikmati hobi bos kalau orang-orang gentayangan hilir mudik sehingga bos kehilangan waktu untuk nyanyi dan memainkan alat musik bos nanti..?”

Si Bos sempat terhenyak sesaat. Tapi dasar memang setan ia gak habis akalnya. Dia mengajak si Ifrid anak buahnya ke sudut ruangan.

Bos : ” Sini” kata si Bos menarik langan tangan si Ifrid. Lalu ia meneruskan kalimatnya setengah berbisik “Ini rahasia, mari kita bicara di sudut ruangan sana, ya?”

Mereka dua ngelayap ke salah satu sudut ruangan  istana tepatnya di bawah gambar lukisan raksasa Jendral Sudirman. Lalu si Bos meneruskan kalimatnya sambil menunjukkan ke arah lukisan Jendral Besar Sudirman.

Bos : “Geng… Kamu lihat ini? Kamu kenal siapa itu…?”

Ifrid : ” Kenal bos. Itu kan Sudirman panglima besar yang paling disegani dan luhur karena kesederhanaan dan integritasnya kepada bangsa dan negara” jawab si Ifrid pelan.

Bos : ” Betul.. otak mu masih encer ya? Benar itu Sudirman. Perlu kamu ketahui, jangan harap akan ada lagi seperti Sudirman jaman edan begini. Biarpun mereka bersumpah  seribu janji ini dan itu, jangan harap mereka punya integritas seperti jendral Sudirman ini. Semua yang  mereka suarakan dalam sumpah nanti gak bakalan diingat dan dijalankan. yakinlah…” si bos makin sengit saja menenangkan anak buahnya.

Ifrid : ‘Tapi, soal hobi bos yang terganggu gimana, tukh…?”

Bos : ” Kalau urusan itu mah kecil…. gak perlu kamu risaukan… He..he..he…” Si Bos mulai tertawa.

Ifrid : “Ha..a.ha.haha.ha.ha….. ” Si Ifrid jadi ikut tertawa sambil menanyakan caranya bagaimana.

Bos : ” Kamu kan tahu, tugas mereka akan berat dalam 3 tahun terakhir. Mereka akan ketakutan sendiri menerima tugas dan jabatan itu. Mereka itu sebetulnya stres, karena dipundak mereka akan diberikan tanggung jawab berat. Jika SBY gagal menyelesaikan tugasnya dalam tiga tahun terakhir nanti mereka-mereka ituah yang akan menjadi kambing hitam alias biang keroknya.”

Ifrid : Lalu, bagaimana dengan kaitannya dengan terancamnya hobi bos tadi yang terjamin gak bakalan terganggu?”

Bos : “Yakinlah, mereka akan satu persatu mengundurkan diri karena beban kerja yang amat berat, tumpang tindih dan makin tidak terkoordinir. Ruangan ini gak akan sering dipergunakan lagi karena mereka akan sibuk memperlihatkan kehebatan masing-masing tapi hasilnya nihil”

Ifrid : “Artinya ruangan itu akan melompong karena tidak ada pelantikan menteri-menteri lagi paling tidak dalam tiga tahun terakhir?”

Bos : “Ya  iyalah.. Mereka akan tidak menggunakan ruangan ini lagi karena mereka sibuk ke pos masing-masing yang penuh dengan masalah. Mereka tidak akan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik karena tekanan dan demonstrasi mahasiswa akan terjadi dimana-mana meminta pembubaran kabinet dan turunnya presiden SBY sebelum mencapai finish”

Ifrid : Terperanjat dia mendengar hal itu… “Hahhhh… Nah itu yang saya gak sanggup melihatnya  bos.. Saya kasihan lihat SBY mendapat mosi tidak percaya dan dilengserkan. Saya tak kuasa melihat kenyataan itu bos.. Saya tau SBY tidak bekerja sendiri dan tak akan mampu bekerja sendiri mengurus negeri dan bangsanya. Ia tergantung sekali kepada menteri-menterinya… Artnya SBY itu menurut saya sangat baik dan demokratis…” kata si Ifrid pelan.

Melihat jawaban si Ifrid seperti anak-anak dan melankolis begitu, si Bos jadi naik pitamnya…

Bos : “mas..gini aja ya..? Sampeyan ini mau berpolitik atau mau  jadi setan aja ngerayu orang-orang itu agar tergelincir..? Kok sampeyan yang sedih, emangnya sampeyan mau jadi menteri juga… ?”

Ifrid : “Maaf bos… Saya gak pengen jadi menteri. Kalau saya jadi mereka saya pengen jadi wakil menteri aja..”

Bos : “Karena apa?”

Ifirid : ” Karena jabatan wakil menteri kan gak jelas kerjanya. Siapa yang beri perintah? Kalau menteri yang beri perintah mengapa SK nya dari Presiden? Kan jabatan Wakil Menteri mirip jabatan wakil presiden, kerja aya hanya menunggu pak Menteri datang, kasi hormat, manggut-manggut, terus salam-salaman. Enak jadi wakil menteri aja… he..he..he..”

Bos : ” Dasar kamu setan… Kamu tahu enaknya aja. Ntar kalau menterinya dituuh membleh wakil menteri yang jadi sasaran kambing hitam tau???? ” si Bos  meninggalkan tempat arena sambil menunjuk ke jidat si Ifrid yang pengen amat jadi wakil menteri ketimbang jadi menteri karena lebih enjoy katanya…

Demikian dialog imajiner antara setan yang gentayangan di Istana Negara  pada malam sebelum pelantikan menteri dan wakil menteri KBI jilid II. Setan aja masih pengen jadi wakil menteri he..he..he…

Salam Kompasiana

abanggeutnayo


--