Hiruk Pikuk Koalisi dalam Pemerintahan SBY terkait Pemilu 2014

Nihil

Partai mana yang ikhlas dan menginginkan Partai Demokrat menang pada Pemilu 2014?, jika ada maka Partai tersebut berisi kumpulan orang sinting, sendeng, miring, goblog, tolol, dungu, dan kawan-kawan. Untuk memenangi Pemilu 2014, semua jurus sudah pasti akan di keluarkan, dari mulai pencitraan Partai dengan jargon-jargon pembela kebenaran, pembela rakyat miskin, sampai janji pembagian pembalut wanita jika itu memungkinkan dapat meraih suara, kenapa tidak.

Jurus lainnya adalah dengan meng-klaim para calon sebagai titisan Pangeran Jayabaya, Prabu Siliwangi, Ronggo Lawe, sampai titisan nyai blorong dan wewe gombel, yang penting rakyat mau nyontreng dirinya. Nah, jurus yang paling populer dikalangan politikus Indonesia dan paling disuka dikala blunder melanda adalah pembunuhan karakter.

Bagi partai oposisi, ranah untuk memojokkan pemerintah yang berkuasa saat ini cukup luas ruang tembaknya. Namanya juga oposisi, seperti pepatah mengatakan

Kak Seto, Tokoh Pembela Anak yang Terlahir dari Jalanan

Nihil

Oleh : Moch. Aly Taufiq

Tokoh yang kerap kali muncul di media membela hak anak-anak ini lebih akrab dipanggil Kak Seto. Ia lahir bukan dari keluarga ningrat yang serba kecukupan. Bukan pula dari keluarga terkenal yang bisa mendongkrak popularitas layaknya tokoh-tokoh lain. Kak Seto mampu mebuktikan kepada publik, bahwa ia menjadi tokoh lantaran Keihlasan dan konsistensinya dalam memilih jalan hidup. Penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri pernah diraihnya. Hingga saat ini, tak seorangpun meragukan kegigihan perjuangannya dalam membela hak anak-anak.

Saat ditemui di kediamannya, Kak Seto terlihat sibuk menjawab pertanyaan dari sejumlah wartawan. Maklum, saat itu komplek perumahannya sedang dilanda banjir, sebagai ketua RW, ia harus bertanggung jawab memberikan informasi tentang kedatangan musibah tersebut. Meskipun demikian, guratan kelelahan sama sekali tidak tampak di wajahnya, ia selalu menebarkan senyum. Puluhan wartwan ia layani dengan sepenuh hati. Orang dewasa saja merasa senang dengan gaya Kak Seto yang bersahabat, apalagi anak-anak.

Figur, gaya, keihlasan dan karakternya memang sangat cocok dengan dunia anak-anak. Apa yang dimiliki Kak Seto semua mendukung citranya bergelut di dunia anak-anak. Belum nampak sosok yang lain seperti Kak Seto yang peduli dengan dunia anak-anak. Kalaupun ada, mungkin hanya sosok dermawannya yang menonjol, tetapi belum tentu figurnya mendukung untuk mencintai anak-anak. Kalau Kak Seto, semua yang ada pada dirinya memang betul-betul medukung.

Kisah Perjalanan Hidup Kak Seto

Menyimak jalan hidup Kak Seto memang penuh aral melintang. Masa kecilnya memang dilalui dengan keceriaan, bernaungkan kasih sayang dari kedua orang tua yang teramat perhatian. Sang ibu, Mariati, begitu sabar mencurahkan cahaya kasih, benih nilai-nilai moral yang ditanamkan oleh bunya kelak menjalar menghiasi tingkah laku Figur kelahiran Klaten 28 Agustus 1951 ini.

Namun keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Keluarga Kak Seto ditempa tantangan hidup yang maha berat, terutama saat ia harus mempertahankan pendidikan setelah ayahnya, Mulyadi Effendi, meninggal.

Saat itu, Kak Seto berusia 15 tahun, nasibnya memang benar-benar bak di bawah kolong jembatan. Kepergian ayahnya yang begitu cepat membuat roda ekonomi keluarganya berubah seratus delapan puluh derajat. Dari kecukupan menjadi serba kekurangan.

Musibah boleh saja datang, namun, putus asa tidak boleh mendera terlalu lama. Kak Seto merantau ke Surabaya, di asuh oleh bibinya, Martiningrum. Syahdan, berkat bantuan seorang pastur, ia berhasil masuk di sekolah orang gedongan, SMA St. Louis. Ia sangat bersyukur bisa diterima, kendati ia merasa sedih.

Bagi Kak Seto, pertolongan bibi dan menjadi siswa SMA St. Louis bukanlah pil mujarab yang bisa mengubah nasibnya. Namun, Kak Seto sadar dua hal ini bisa menjadi titik awal perjuangaanya merubah nasib. Surabaya menjadi lapangan untuk menempa ilmu dan pengalaman, serta tempat untuk mengawali perjuangan.

Pertama masuk SMA, Kak seto dan saudara Kembarnya, Kresno, menggunakan celana pendek, seragam mereka sewaktu di SMP,

Telepon Cinta

Nihil

Kalau sedang jatuh cinta, woooaahh! Dunia serasa milik berdua deh! Orang lain ngekos aja ya… Setiap hari yang namanya handphone nggak pernah berhenti bunyi! Sms terus mengalir, padahal isinya hanya pertanyaan: “Lagi apa?” atau “Sudah mamam belum?” (jiiaaahh.. mamam! hahahaha…) Tengah malam teleponan (pakai promo gratis tentunya) dan kalau promonya selesai, ganti nomor perdana baru yang sama operatornya supaya gratis lagi hehehehe.. Siapa bilang nggak modal? Modal kok! Beli nomor perdana kan pakai modal uang. Beli 2 pula, satu buat sendiri satu lagi buat yayang! hayyyaahh…. Setiap telepon selalu topiknya serupa tapi tak sama.

Tapi kalau sudah merasa bosan dengan topik yang itu-itu juga, dan juga kalau bosan sayang juga pulsanya, berikut ini bisa dicontoh:

A’anya si yayang (cowok) : “Aku sayang banget sama kamu, yang…” pakai suara yang disetel agak mendayu-dayu plus ngebas sedikit.

Si yayang (cewek) : “Ah.. masa sih? A’a bohong ah!” dijawab dengan suara agak manja plus genit.

si a’a lagi : “Beneran deh! Percaya dong sama a’a…”

Dan jawab si yayang : “Yah.. kalau percaya sama a’a, ntar nyembah kaleng dong!”

Jrenggg!!! Langsung ganti operator!

Atau yang berikut:

Si a’a : “Yang, aku janji akan setia sama kamu seorang..” dengan suara mantap.

Si yayang : “Janji ya a’aaaaa…” dengan suara yang dibuat semerdu mungkin!

Si a’a : “Janji! I swear! Demi yayang, a’a mah rela ngelakuin apa aja asal yayang bahagia…” makin heboh dengan suara yang bersemangat.

Si yayang : “Misalnya apa a’aaaa…?” agak genit sedikit.

Si a’a : “A’a akan mengambilkan bulan untuk yayang!”

Si yayang : “Sungguh???”

Si a’a : “Iya! Sungguh!”

Si yayang : “Aduh a’aaaa…. hujan berkelir deh kalau a’a bisa ambil bulan!”

Dweeenggg!!! Ganti operator lagi…


--

Tragedi Angkutan Umum

Nihil

Sore ini, saya pulang agak telat karena baru saja membeli kado ulangtahun untuk teman. Dari grage mencari angkutan umum D2. Awalnya, sepanjang jalan masih baik-baik saja hingga akhirnya saya melewati jalan pemuda dan menyusuri jalan setelah perumahan GSP.

Tiba-tiba, mobil angkutan umum yang saya tumpangi berhenti, sedangkan dari dalam tidak ada yang mengucapkan perintah, kiri kiri.. atau apapun itu. Tandanya, ada penumpang baru yang akan bergabung bersama sekitar 11 orang di dalam mobil.

Di sana ada dua orang laki-laki tinggi dengan kepala model rambut cepak. Uh, gagah dan gantengnya. Saya rasa mereka berdua adalah perwira yang tempat tinggal tidak jauh dari tempat mereka menunggu tumpangan. Bling bling gimana rasanya.. Sayangnya salah satu dari mereka membawa atau sedang menikmati tepatnya, sebuah gulungan kertas padat cokelat putih. Asapnya itu loh.. Ngepul gak santai. Kontan, seisi angkutan umum sibuk kipas-kipas daerah pernapasannya dan yang berada di dekat jendela langsung membuka jendela lebar-lebar.

Apa-apaan nih?

Saya perhatikan. Ganteng sih ganteng tapi bengaknya ampun deh. Mungkin karena merasa keren, si abang tengil jadi seenaknya. Saya yang duduk kebagian di pojok megap-megap bahkan nekat tutup hidung, tidak peduli perasaan si perokok karena ternyata si perokok pun tidak peduli terhadap orang sekitarnya.

Syukurlah.. Beberapa saat kemudian saya sampai di tempat tujuan. Kiri kiri.. dengan tegas dan riang saya utarakan.

Berhubung tempat duduk saya di pojok, alhasil untuk keluar saya harus melewati tumpukan orang-orang yang ada di dalam sana. Beruntung mereka yang saya lewati berbaik hati untuk mengenyampingkan kaki demi kelancaran saya keluar angkutan umum tersebut. Namun si abang-abang kacau tadi duduk dengan santainya tanpa geser geser sedikitpun. Mana kakinya yang jenjang memakan hampir setengah jalan keluar. Alaaaah pelit amat bang.

Mau negur ya gimana. Gini gini juga kan saya pelajar yang gak mau besok paginya masuk koran cuma gara-gara digebuk orang dalam angkot T.T

Si orang sepertinya benar-benar mengamalkan ilmu padi deh. Semakin berisi semakin merunduk. Jadi kalau masih cetek ya tegak, sombong. Rendahan.


--

Adakah Perbedaan antara Teori-teori Pembelajaran?

Nihil Dalam suatu satuan pendidikan, pada umumnya terdapat pembelajaran-pembelajaran yang berbeda antara tingkat satuan pendidikan yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan adanya pendapat para ahli yang berbeda-beda mengenai pembelajaran. Jadi, antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain berbeda-beda dalam menerapkan teori pembelajaran, yang mereka terapkan di sekolahnya yaitu teori pembelajaran yang dianggapnya sejalan dengan pemikiran mereka.

Teori pembelajaran itu sendiri yaitu pendekatan terhadap suatu bidang pengetahuan. Terdapat teori-teori dalam pembelajaran diantaranya yaitu: teori koneksionisme, teori kognitif, teori konstruktivisme, teori humanisme, teori behaviorisme.

Dari teori-teori pembelajaran tersebut dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara. Dimana teori koneksionisme memandang persoalan pembelajaran sebagai persoalan hubungan (koneksi) antara stimulus dan respon. Respon bisa mewujudkan item perilaku, sementara stimulus bisa berwujud sembarang input energi yang cenderung untuk mempengaruhi perilaku.para teoritisi koneksionisme pada umumnya berasumsi bahwa semua respon dihasilkan oleh stimulus.

Sedangkan pada teori kognitif memusatkan pembahasannya pada kognisi (persepsi, sikap,atau keyakinan) yang dimiliki oleh individu dalam menghadapi lingkungannya, dan pada bagaimana kognisi ini menentukan perilaku. Dalam interpretasi ini, pembelajaran adalah studi mengenai bagaimana kognisi dimodifikasi oleh pengalaman.

Dan pada teori konstruktivisme ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Berbeda dengan teori humanisme yaitu konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut.

Sedangkan pada teori behaviorisme adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan.


--

“Keberingasan Perempuan” Cerminan Ambiguitas Patriarki Tentang Seksualitas Perempuan

background:url(http://stat.ks.kidsklik.com/statics/alfamart_blogcompetition/images/gate_alfa02.jpg);background-repeat:no-repeat;width:275px;height:128px;padding: 8px 25px 17px 30px; overflow:hidden;

Winrar Terbaru

Full Version crack keygen serial number gratis. Winrar merupakan aplikasi atau software komputer yang berfungsi untuk mengompres file menjadi .rar atau juga bisa meng extract file- file hasil compress seperti .rar , .zip , .iso dan lain sebagainya. Atau pengertian lainnya dari Winrar 2012 ialah sebuah shareware pengarsipan dan kompresi oleh Eugene Roshal. Pocket RAR, sebuah versi untuk Pocket PC, tersedia secara freeware. Berikut review dari Winrar Versi Terbaru :

Forki Jatim Berharap Regulasi PON 2012 Mengikuti SEA Games

POTENSI MEDALI. Kareteka nasional asal Jatim, Umar Syarief digadang-gadang Forki Jatim tetap main dalam PON 2012. Karena itu, Forki Jatim meminta KONI untuk mengambil kebijakan regulasi PON RIAU tidak berubah dari regulasi SEA Games, Asian Games, atau pun Olimpiade.

PENGURUS Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jatim berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim berusaha maksimal melobi KONI Pusat, untuk tidak menerapkan regulasi pembatasan usia maksimal karateka dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau. Pasalnya regulasi tersebut bertentangan dengan regulasi yang diterapkan dalam SEA Games, Asian Games, atau pun Olimpiade. Batasan usia yang akan diterapkan PB Forki adalah 30 tahun untuk atlet nomor kumite (pertarungan bebas) dan 35 tahun pada nomor kata (kerapihan teknik).